Menggunakan Media Sosial untuk Mengenang Bunuh Diri

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pocket

Situs media sosial dapat menjadi pedang bermata dua untuk pemberitaan mengenai bunuh diri. Di satu sisi, sifatnya yang mudah disebar, menjadikan media sosial dapat menjadi cara mengenang untuk orang yang melakukan bunuh diri secara paling mudah dan dapat dibaca lebih banyak orang.

Namun, banyak juga warganet (netizen) yang justru menggunakan media sosial untuk berkomentar secara bebas sehingga munculnya komentar-komentar negatif, apalagi belum banyak warganet yang mengutarakan pendapat secara bertanggungjawab.

Bagaimana cara mengenang duka cita di media sosial yang baik?

Ucapkan yang Positif

Berikan ucapan duka cita yang positif, dan memberikan dukungan moral bagi keluarga, kerabat, dan orang-orang yang merasa ditinggalkan akibat bunuh diri.

Lawan Komentar Negatif

Sebaliknya, hindari melaporkan komentar mengenai bunuh diri yang negatif. Jangan ragu untuk menegur dan melaporkan komentar yang tidak sensitif, menyakitkan, atau eksplisit, jika Anda menemuinya. Komentar negatif tidak hanya memperkeruh suasana dan sama sekali tidak bermanfaat, namun juga dapat meningkatkan efek Werther yang berbahaya.

Amati berita-berita yang meliput orang yang bunuh diri. Apabila terdapat hal-hal yang dianggap tidak bijaksana, ada baiknya untuk tidak sembarangan menyebarkan informasi tersebut, serta hubungi lembaga atau pihak yang menulis berita tersebut dan mintalah mereka untuk memperbaikinya. Sebaiknya, carilah artikel/berita yang lebih objektif dan netral.

Berikan “Trigger Warning”

Apabila kamu berniat menyebarkan berita orang yang bunuh diri, sertakan peringatan dan pesan (atau disebut juga “trigger warning“). Peringatan ini penting untuk mencegah efek Werther. Peringatan dan pesan yang bisa kamu sertakan contohnya seperti ini:

Peringatan: Artikel berikut ini mengandung konten yang dapat memicu orang-orang yang memiliki pemikiran atau keinginan untuk bunuh diri.

Segera hubungi tenaga profesional kesehatan jiwa (psikolog atau psikiater) jika kamu memiliki pemikiran atau keinginan untuk bunuh diri.

Tentunya kamu dapat mengubah pesan dan peringatan tersebut dengan kata-kata kamu sendiri.

Awasi Sekitar Anda

Amati pula orang-orang yang menyebarkan informasi mengenai bunuh diri, karena dapat pula menjadi salah satu tanda-tanda orang-orang yang memiliki pemikiran untuk bunuh diri.

Apabila kamu merasa ucapan mereka di media sosial bernada depresif, mengucapkan duka secara berlebihan, atau menunjukkan tanda-tanda lainnya, jangan ragu untuk segera menolong dan menawarkan dukungan kepada mereka. Oleh karena itu, sangat penting untuk menyertakan “trigger warning” saat kamu menyebarkan informasi mengenai bunuh diri.