Siaran Pers Terkait dengan Kematian Jonghyun SHINee

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on pocket

Untuk segera disebarluaskan

Dear rekan-rekan sekalian,

Terkait dengan kematian Jonghyun SHINee, serta kemungkinan depresi sebagai faktor risiko utama bunuh diri menjadi penyakit dengan beban tertinggi kedua secara global di tahun 2020, kami dari Into The Light Indonesia menyarankan:

Kepada para fans SHINee (Shawol)

Kepada para fans SHINee (Shawol) yang terguncang dengan kabar kematian, agar tetap bersatu sebagai bagian dari komunitas dan mempedulikan kondisi satu sama lain.

Kematian selebritis terkait bunuh diri dapat mengguncang secara psikologis dan tersebarnya metode bunuh diri berpotensi untuk ditiru bagi Shawol yang terikat secara emosional dan sudah memiliki kecenderungan depresif dan bunuh diri.

Jika Anda memiliki pemikiran bunuh diri, jangan ragu untuk segera hubungi psikolog dan psikiater.

Shawol juga disarankan untuk berhati-hati, dengan tidak menyebarluaskan sumber berita yang belum teruji kebenarannya (atau berpotensi hoax), terutama yang bersifat mendramatisir kematian bunuh diri Jonghyun secara berlebihan. Hal ini penting, agar tidak memicu pemikiran depresif dan kehendak bunuh diri dari sesama Shawol yang depresif.

Kepada masyarakat luas

Kepada masyarakat luas, erutama keluarga dan teman dekat dari fans SHINee atau Shawol, untuk menghindari perilaku menstigma, merundung (bullying), menghakimi atau menilai negatif kematian bunuh diri dari idola mereka.

Setiap kematian bunuh diri dari selebritis atau idola mereka dapat mengguncang para fansnya, tidak peduli apapun persepsi dan reaksi kita terhadap kematian idola mereka.

Penilaian negatif yang diutarakan mengenai kematian bunuh diri juga berpotensi untuk menghambat perilaku pencarian bantuan dari orang yang kecenderungan depresi dan bunuh diri di sekitar Anda, terlepas apakah mereka bagian dari Shawol atau bukan.

Ada baiknya untuk kita terus bersama saling memperhatikan kondisi satu sama lain, belajar berempati dan mendengarkan dalam kondisi ini.

Jika Anda memperhatikan adanya perubahan perilaku seperti menjadi murung, menarik diri, membicarakan kematian, serta perasaan tidak ada harapan dari rekan fans SHINee/Shawol, harap segera dianjurkan untuk hubungi profesional ahli psikolog/psikiater terdekat.

Kepada media massa

Kami mengharapkan partisipasi media massa dalam mencegah bunuh diri yang lebih meluas, dengan meliput pemberitaan bunuh diri Jonghyun dilengkapi dengan informasi bahwa:
a. bunuh diri disebabkan oleh faktor biologis, psikologis dan sosial yang kompleks;
b. bunuh diri dapat dicegah;
c. data mengenai depresi dan bunuh diri di kalangan anak muda, tanpa mendramatisir kasusnya.

Beberapa informasi dan publikasi ilmiah mengenai bunuh diri dapat diakses melalui tautan berikut ini:

Mental Health Status of Adolescents in South-East Asia: Evidence for Action

WHO World Report on Suicide Prevention (2014)

Suicidology.org

International Association for Suicide Prevention

Kenali juga informasi mengenai apa yang perlu dilakukan saat ada kawan yang hendak bunuh diri.

Kami berharap kontribusi dan partisipasi bersama kita semua untuk mencegah bunuh diri, karena setiap nyawa sungguh berharga. Terima kasih.

19 Desember 2017

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on pocket
Benny Prawira Siauw

Benny Prawira Siauw

Benny adalah seorang suicidolog dan penggiat kesehatan jiwa remaja dan populasi khusus lainnya. Sebagai Youth Mental Health and Suicide Prevention Advocate, Benny adalah Penggagas sekaligus Kepala Koordinator Into The Light Indonesia sejak 2013. Ia saat ini sedang menempuh pendidikan Magister Psikologi Sosial Kesehatan di Unika Atma Jaya (bukan seorang psikolog klinis untuk diagnosis dan terapi). Ia bercita-cita menjadi peneliti lapangan terkait aspek perilaku, struktur sosial dan budaya dalam kesehatan jiwa, terutama dalam pembahasan stigma dan faktor risiko bunuh diri. Baginya, kesehatan jiwa tidak dapat dipisahkan dari kesehatan fisik sebagaimana faktor personal individu tidak dapat dipisahkan dari faktor sosial makro. Di sela waktu senggangnya, ia suka berolahraga, tidur dan mengasah rasa dalam rangkaian kata.