Facebook: Pereda Stres Atau Penambah Stres?

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pocket

Browsing Facebook merupakan salah satu alternatif pereda stres yang populer karena kemudahan aksesnya.

Meski begitu, ternyata konten-konten yang dibagikan teman-teman di Facebook dapat mengganggu kesehatan jiwa, lho. Jika teman-teman sedang merasa penat atau kesal, lalu membuka Facebook dan timeline kalian isinya lebih banyak konten yang menguras emosi kalian, pasti rasanya makin kesal dong. Sudah capek hati karena berbagai masalah di dunia nyata, ditambah lagi harus melihat konten-konten toxic di timeline Facebook.

Hal ini dapat mempengaruhi kesehatan jiwa teman-teman lho. Berdasarkan jurnal yang dilansir oleh Health and Medicine Week, Facebook berperan dalam menghambat penyembuhan stres (Rus & Tiemensma, 2018). Hal ini sejalan dengan yang dinyatakan Psychology Today pada Oktober 2017, bahwa menghabiskan waktu dengan membuka Facebook dapat merugikan kesehatan jiwa karena perasaan-perasaan negatif yang menyertai pengguna saat melihat-lihat timeline Facebook. Karena itulah, pengguna Facebook sangat dianjurkan untuk pandai-pandai memilah konten yang akan dibagikan ke timeline Facebook.

Membagikan konten-konten yang positif tidak hanya bermanfaat bagi teman-teman saja, namun juga untuk semua orang yang dapat melihat post teman-teman. Who knows, dengan membaca postingan yang positif, kalian bisa saja telah membantu seseorang dalam friend list Facebook kalian untuk tersenyum dan merasa lebih baik dari masalah yang sedang dia hadapi.

Berikut cara yang dapat teman-teman lakukan untuk menjaga timeline Facebook tetap bersahabat dengan kesehatan jiwa teman-teman:

Pilihlah situs portal berita yang kredibel.

Jangan mudah percaya apalagi tersulut ketika membaca judul berita yang provokatif! Teman-teman harus mengetahui situs portal berita mana yang memang punya rekam jejak yang baik dalam menyampaikan suatu berita hangat, serta hindari situs yang hobinya menyebarkan hoax.

Baca dulu, sebelum dibagi.

Selalu lakukan double crosscheck sebelum membagikan suatu berita ke timeline Facebook teman-teman, dan hindarilah membagikan artikel-artikel click-bait dan provokatif. Selalu pilih artikel yang terstruktur dengan baik serta memiliki judul dan isi yang tidak memihak.

Don’t make stupid people famous.

Kadang-kadang kita memang ingin membagikan post tentang selebritas karbitan yang sedang heboh dibicarakan dan membuat bosan sebagian orang. Namun, membagikan post tentangnya bukanlah cara terbaik untuk membuat mereka kehilangan ketenarannya. Teman-teman malah membantu dia semakin terkenal lho.

Selain itu, dengan memberitahu betapa menyebalkan dirinya, kita secara tidak langsung telah mem-bully orang itu di dunia maya. Ini juga berdampak negatif terhadap kesehatan jiwa orang tersebut, bahkan bukan tidak mungkin dia akan mengakhiri hidupnya karena ejekan di dunia maya. Fatal sekali bukan? Makanya mending jangan deh!

Jangan ragu untuk unfollow orang-orang toxic.

Malah kalau kasusnya parah banget, unfriend saja sekalian. Yup, saatnya akhiri hubungan dengan timeline yang menyakitkan mata dan hati karena ulah para penyebar konten negatif. Teman-teman sudah punya kesulitan-kesulitan sendiri dalam hidup, jangan ditambah lagi dengan tingkah beberapa orang yang tidak berfaedah dong.

Memang sih, rasanya kok jahat banget ya. Namun, kalian jangan menutup mata bahwa apa yang mereka lakukan itu dapat merusak jiwa kalian juga. Daripada teman-teman sakit hati terus karena apa yang mereka post, lebih baik sembunyikan atau hapus saja mereka dari timeline kalian.

 

Dengan membuat keempat poin diatas sebagai kebiasaan, teman-teman telah berperan besar untuk membuat timeline Facebook menjadi lebih baik. Teman-teman tidak hanya berperan dalam menjaga kesehatan jiwa kalian sendiri, namun juga orang-orang yang berada di friend list kalian. Yuk, sama-sama jadikan Facebook sebagai tempat yang lebih nyaman untuk semua!