Mencari Layanan Profesional Kesehatan Jiwa

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on pocket

Di saat kamu memiliki pemikiran bunuh diri atau gangguan kesehatan jiwa, kami merekomendasikan kamu untuk mengunjungi psikolog/psikiater atau fasilitas kesehatan dengan layanan kesehatan jiwa terdekat dari tempat tinggal kamu.

Bertemu dengan psikolog/psikiater terdekat terbukti efektif dalam menangani krisis bunuh diri atau gangguan jiwa yang dialami kamu atau orang terkasih. Psikolog/psikiater akan mendiagnosis berdasarkan gejala yang muncul dan kemudian akan memberikan tindakan penanganan (melalui terapi atau obat-obatan tertentu). Tidak hanya itu, tatap muka dengan profesional juga akan menjamin kerahasiaan informasi pribadi kamu.

Berikut ini panduan singkat untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa di Indonesia:

Daftar Isi

Tidak hanya melalui profesional, layanan konseling sebaya dan support group juga dapat menjadi alternatif untuk mencari bantuan.

Tahap 1:
Puskesmas

Salah satu cara termudah untuk mencari layanan kesehatan jiwa adalah dengan mengunjungi Puskesmas terdekat. Menurut data dari Kemenkes, kini sudah terdapat lebih dari 3.000 Puskesmas yang dilengkapi dengan layanan kesehatan jiwa.

Kamu dapat langsung menghubungi Puskesmas terdekat dari tempat tinggal kamu dan tanyakan apakah terdapat layanan kesehatan jiwa.

Ketersediaan profesional di Puskesmas

Layanan kesehatan jiwa Puskesmas sudah terdapat di hampir semua kota besar di Indonesia. Contohnya, bagi warga Jabodetabek, layanan poliklinik jiwa biasanya tersedia di Puskesmas Kecamatan, seperti di Kemayoran, Johar Baru, Matraman, Pasar Rebo, Kramat Jati, Taman Sari, Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, Setiabudi, dan Tebet. Sementara itu di Yogyakarta, layanan psikolog sudah tersedia di semua Puskesmas.

Jika kamu tidak yakin apakah Puskesmas terdekat dari tempat tinggal kamu menyediakan layanan kesehatan jiwa, datangi langsung dan tanyakan. Tenaga kesehatan di Puskesmas akan mengarahkan kamu ke Puskesmas lain atau rumah sakit terdekat jika mereka tidak menyediakan tenaga profesional kesehatan jiwa.

Biaya Konsultasi dan Pengobatan di Puskesmas

Bagi pemilik kartu BPJS, biaya konsultasi dan pengobatan untuk gangguan kejiwaan tertentu seperti gangguan depresi, skizofrenia, gangguan bipolar, gangguan personalitas, dan perilaku kontrol impulsif, dapat ditanggung sampai dengan gratis.

Bagi yang tidak memiliki kartu BPJS, hanya dikenakan biaya administrasi antara Rp5.000,- s/d Rp30.000,- (tergantung lokasi).

Tahap 2:
Rumah Sakit

Bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut atau Puskesmas yang tidak memiliki layanan kesehatan jiwa, dapat dirujuk ke Rumah Sakit terdekat.

Lebih dari 250 Rumah Sakit Umum dan RSUD Rujukan Regional telah dilengkapi dengan layanan kesehatan jiwa. Tidak hanya itu, telah terdapat 35 RS Jiwa yang tersedia di setiap provinsi di Indonesia. Jumlah di atas belum termasuk layanan psikolog/psikiater di RS Swasta.

Kementerian Kesehatan RI juga telah menyiagakan lima RS Jiwa rujukan yang telah dilengkapi dengan layanan telepon konseling kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri:

  1. RSJ Amino Gondohutomo Semarang | (024) 6722565
  2. RSJ Marzoeki Mahdi Bogor | (0251) 8324024, 8324025, 8320467
  3. RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta | (021) 5682841
  4. RSJ Prof Dr Soerojo Magelang | (0293) 363601
  5. RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang | (0341) 423444

Walau belum tersebar secara merata, layanan kesehatan jiwa sudah tersedia di semua provinsi di Indonesia. Tanyakan rumah sakit terdekat dari tempat tinggalmu mengenai kesediaan psikolog/psikiater atau poliklinik kesehatan jiwa di rumah sakit tersebut.

Biaya Konsultasi dan Pengobatan di Rumah Sakit

Biaya konsultasi dan pengobatan untuk masalah kesehatan jiwa atau gangguan jiwa dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Hal ini penting, mengingat belum ada asuransi swasta di Indonesia yang memberikan asuransi kesehatan mental.

Daftar gangguan jiwa yang dapat ditanggung biayanya, termasuk namun tidak terbatas pada gangguan depresi, skizofrenia, gangguan bipolar, gangguan personalitas, dan perilaku kontrol impulsif.

Biaya yang ditanggung dapat bervariasi, bahkan dapat ditanggung sampai dengan gratis.

Jika kamu merasa ragu dengan biaya yang nantinya dibebankan untuk konsultasi atau pengobatan kamu atau orang terkasih, kamu dapat menghubungi terlebih dahulu Puskesmas dan/atau Rumah Sakit terdekat untuk memperoleh informasi lebih lanjut.

Jika Anda membutuhkan layanan kesehatan jiwa, jangan ragu untuk segera mencari dan menghubungi profesional terdekat.

Jika Anda atau orang yang Anda kenal berada dalam kondisi mengancam keselamatan nyawa, segera telepon nomor layanan darurat 119 atau menuju ke IGD di RS terdekat. Jangan menunggu.

Jadi, saya harus ke Puskesmas atau Rumah Sakit dahulu?

Bagi pengguna layanan BPJS, disarankan untuk mencari layanan dari Puskesmas terdekat terlebih dahulu, karena pasien penerima layanan kesehatan jiwa dari BPJS membutuhkan rujukan dari Puskesmas sebelum dapat dirujuk ke rumah sakit.

Jika Anda tidak berniat menggunakan layanan BPJS, Anda bisa langsung ke rumah sakit terdekat. Rumah sakit umum/jiwa juga akan menerima pasien dalam keadaan darurat, tanpa harus ke Puskesmas terlebih dahulu.

Bagaimana cara saya menentukan harus ke RS Umum atau RS Jiwa?

Untuk layanan kesehatan mental, keduanya dapat menjadi pilihan Anda. Kunjungilah manapun yang menurut Anda lebih dekat atau mudah diakses.

Jika Anda datang untuk mendapatkan diagnosis atau merupakan kunjungan pertama, Anda bisa mendatangi RS Umum terlebih dahulu. Psikolog/psikiater di rumah sakit umum nantinya akan memberikan rujukan ke RS Jiwa atau fasilitas kesehatan jiwa lainnya jika diperlukan terapi atau pengobatan yang lebih lanjut.

Kunjungan ke RS Jiwa bisa Anda lakukan jika Anda menginginkan ketersediaan tenaga profesional yang lebih beragam dan layanan tingkat lanjutan.

Saat saya bertemu dengan psikolog/psikiater, apa yang akan mereka lakukan?

Psikolog/psikiater umumnya akan meminta kamu untuk menceritakan semua pengalaman, perasaan, dan kondisi kamu, dan apa yang menyebabkan kamu berpikir untuk bunuh diri (atau merasa tidak baik).

Ceritakan dengan jujur dan apa adanya. Ceritakan semua hal yang kamu rasakan, termasuk jika kamu merasa bingung atau kesulitan untuk mengungkapkan perasaanmu. Mereka mungkin akan memberikan pertanyaan tambahan untuk mencoba memahami situasi yang kamu alami secara lebih mendalam. Jangan ragu untuk menceritakan pula apa yang kamu rasakan saat kamu berkonsultasi, termasuk jika kamu merasa tidak nyaman atau tersinggung dengan respon dari psikolog atau psikiater itu sendiri. Keterbukaan kamu akan membuat psikolog dan psikiater dapat mendiagnosis dengan lebih baik dan memberikan tindak lanjut yang tepat.

Setelah mereka memperoleh informasi yang cukup, mereka akan mendiagnosis kondisi kejiwaan apa yang kamu alami berdasarkan riwayat dan gejala-gejala yang muncul. Setelah itu, berdasarkan hasil diagnosis, mereka akan menawarkan rekomendasi jenis pengobatan dan/atau psikoterapi yang cocok bagimu. Diskusikan mana opsi yang paling membuatmu merasa nyaman. Tanyakan selalu manfaat, risiko, dan efek samping dari masing-masing alternatif yang diberikan.

Bagaimana pemulihan dapat membantu saya?

Terdapat banyak jenis pemulihan yang bisa kamu jalani. Apapun itu, umumnya pemulihan tersebut akan menekankan untuk:

  • Mencoba menemukan harapan
  • Memberdayakan dirimu sendiri saat menjalani perawatan dan di kala sehat
  • Menambah pengetahuan mengenai gangguan yang kamu alami dan cara-cara pemulihannya
  • Membangun jejaring pendukung dan orang-orang sekitar yang inklusif
  • Mengembangkan dan memperbaiki strategi untuk menghadapi stres atau pemicu
  • Menciptakan lingkungan rumah yang aman
  • Menemukan makna atau rasa memaknai kehidupan

Tiga poin penting seputar pemulihan kamu

  1. Jalan setiap orang menuju pemulihan pasti berbeda-beda.
  2. Pemulihan adalah sebuah proses, bukan tujuan akhir.
  3. Pemulihan membutuhkan keterlibatan aktif di mana kamu mengambil tanggung jawab untuk memperoleh hasil, dan kesuksesannya sangat bergantung pada kerja sama dengan teman yang membantu, keluarga, komunitas, dan dukungan profesional.

Apa bedanya psikolog dengan psikiater?

Keduanya sama-sama merupakan ahli dalam bidang kesehatan jiwa dan keduanya dapat melakukan tindakan profesional. Namun, keduanya memiliki beberapa perbedaan, terutama dalam pendekatan pemulihan.

Psikolog:

  • Berlatar belakang Psikologi Klinis (M.Psi., Psikolog)
  • Dinaungi oleh Ikatan Psikologi Klinis Indonesia
  • Melakukan diagnosis dan psikoterapi, namun tidak memberikan resep/obat-obatan
  • Spesialisasi dalam riset, pengujian, dan evaluasi psikologis

Psikiater:

  • Berlatar belakang Kedokteran Spesialis Psikiatri (Sp.KJ)
  • Dinaungi oleh Perhimpunan Spesialis Dokter Kesehatan Jiwa Indonesia
  • Mengukur aspek fisik dan jiwa dari masalah psikologis, serta relasinya satu sama lain
  • Melakukan diagnosis dan pemberian resep obat-obatan medis

Terapi dan Pengobatan bersama dengan Profesional

Bertemu dengan psikolog atau psikiater dapat membantu proses pemulihan dengan memberikan perawatan biologis (pengobatan) dan psikologis (terapi) yang dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan mental seseorang dan membantu menurunkan risiko bunuh diri.

Pengobatan

Obat-obatan terbukti efektif membantu memulihkan dan menurunkan pemikiran atau keinginan bunuh diri, terutama jika kamu telah didiagnosis dengan gangguan kejiwaan tertentu, seperti depresi mayor, bipolar, skizofrenia, atau gangguan cemas. Beragam obat jenis ini sudah disetujui oleh BPOM, dan bahkan dapat ditebus dengan dukungan BPJS Kesehatan sampai dengan gratis.

Dokter/psikiater mungkin akan meresepkan obat dengan dosis atau jenis yang berbeda, dan ini akan disesuaikan dengan kondisi biologis atau faktor lainnya. Dibutuhkan waktu beberapa kali sebelum kamu bisa menemukan jenis obat yang cocok dengan kebutuhanmu. Khasiat dari obat biasanya dapat langsung dirasakan bahkan sejak konsumsi pertama. Namun, kebanyakan pengobatan mungkin membutuhkan waktu 4-12 minggu sebelum kamu mencapai tingkat kesembuhan terbaik.

Beberapa obat juga diketahui memiliki efek samping yang mungkin membuatmu tidak nyaman. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum kamu mengonsumsi obat tertentu. Pastikan kamu mengetahui manfaat, risiko, dan efek samping dari setiap obat.

Tidak hanya itu, efektivitas pengobatan sangat bergantung dan membutuhkan dukungan dari keluarga dan orang sekitar kamu. Mengombinasikan pengobatan dengan psikoterapi atau pelatihan tertentu juga dapat meningkatkan efektivitas pengobatan sekaligus meningkatkan kualitas pemulihan.

Perawatan untuk Peminum Alkohol dan/atau Penyalah Guna Obat-obatan

Saat dikombinasi dengan depresi, gangguan bipolar, atau gangguan kejiwaan apapun, konsumsi alkohol yang berlebih dan penyalahgunaan obat-obatan dapat meningkatkan risiko bunuh diri. Jika kamu mengonsumsi alkohol dan/atau obat-obatan, kamu wajib memberitahukannya dengan jujur kepada psikiater, untuk menjamin perawatan yang paling aman dan pemulihan terbaik. Selain itu, perawatannya juga akan dikombinasikan dengan intervensi psikososial.

Psikoterapi

Selain pengobatan, psikoterapi adalah salah satu metode pemlihan yang efektif dan biasanya diberikan kepada pasien dengan depresi. Psikoterapi ini biasanya berupa sesi-sesi seminggu sekali atau dua kali dengan profesional yang sudah terlatih secara khusus untuk menjalankan perawatan. Tergantung dengan kebutuhan kamu, sesi ini dapat berlangsung sekali saja, namun dapat berlangsung hingga 12-16 minggu.

Bentuk psikoterapi ada begitu banyak, dan pemberi psikoterapi biasanya akan mengombinasikan beberapa jenis psikoterapi yang disesuaikan dengan kondisi kamu. Terdapat dua jenis psikoterapi yang terbukti efektif untuk pemulihan orang yang mencoba bunuh diri:

  • Terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy, disingkat CBT) untuk orang yang pernah mencoba bunuh diri serta orang dengan gangguan cemas, gangguan pola makan, dan sebagainya
  • Terapi perilaku dialektik (dialectical behavioral therapy, disingkat DBT) untuk orang dengan gangguan kepribadian ambang (borderline personality disorder) dan orang yang menunjukkan perilaku bunuh diri yang berulang.

Selain CBT dan DBT, terdapat pula tipe-tipe psikoterapi lainnya, seperti terapi interpersonal (IPT), aktivasi perilaku (BH), dan sistem analisis perilaku kognitif (CBASP), terapi humanistik, terapi holistik, dan masih banyak lagi. Mengombinasikan konsumsi obat-obatan antidepresan dengan salah satu metode psikoterapi sudah terbukti dapat menjadi cara pemulihan yang terbaik, terutama untuk pasien dengan depresi kronis (dua tahun atau lebih).

Terapi Elektrokonvulsif

Untuk pasien yang tidak kunjung membaik setelah diberikan obat-obatan atau terapi, atau jika muncul gejala psikotik, terdapat jenis perawatan tambahan yang mungkin perlu dilakukan. Terapi yang paling sering digunakan dan dipelajari adalah terapi elektrokonvulsif (kadang-kadang disebut terapi kejut listrik atau disingkat ECT). Terapi ini dapat diberikan bagi pasien rawat inap maupun rawat jalan.

Dalam terapi ini, pasien akan dianestesi dan dokter akan menghantarkan arus listrik dalam jumlah kecil ke dalam otak. Terapi ini diketahui sangat efektif untuk menangani pasien dengan gejala depresi mayor dan skizofrenia, namun mungkin memiliki efek samping seperti kehilangan memori jangka pendek. Dokter biasanya akan menyelenggarakan serangkaian tes untuk memastikan keamanan pasien sebelum ECT dan meminimumkan risiko efek samping.

Informasi ini bukan pengganti rujukan medis.

Setiap pasien membutuhkan penanganan yang berbeda. Tanyakan kepada tenaga profesional jika kamu memiliki pertanyaan seputar manfaat, risiko, dan efek samping dari setiap pengobatan atau terapi.

Selain di Puskesmas dan RS, apakah saya bisa mencari psikolog/psikiater lain?

Bisa! Beberapa psikolog dan psikiater juga membuka klinik atau biro psikologi yang menyediakan layanan konseling atau terapi untuk masalah kesehatan jiwa. Kami menemukan bahwa layanan psikolog/psikiater tersedia hampir di setiap ibu kota provinsi dan kota-kota besar lainnya.

Selain dengan mencari melalui database yang kami miliki, kamu juga bisa mencari biro psikologi atau klinik mandiri terdekat dengan menggunakan mesin pencari atau aplikasi peta daring. Misalnya, kamu bisa mengetikkan “psikolog di Medan“, “psikiater di Surakarta“, atau “layanan kesehatan jiwa di Kupang“.

 

Bagaimana jika saya tidak puas dengan pelayanan psikolog/psikiater?

Selayaknya kamu mengunjungi dokter saat kamu sakit, kamu mungkin butuh untuk bertemu dengan lebih dari satu psikolog/psikiater. Beberapa profesional mungkin tidak cocok dengan kamu atau malah membuat kamu merasa tidak nyaman. Atau, kamu sekadar ingin membutuhkan opini kedua dari profesional lain dengan pengetahuan dan keahlian yang berbeda.

Ini adalah hal yang wajar. Kamu tidak perlu merasa kecewa, marah, atau malu. Dengan menghubungi lebih dari satu profesional, kamu akan mendapatkan lebih banyak pilihan profesional yang bisa kamu hubungi di saat kamu membutuhkannya di kemudian hari.

Kamu juga akan mendapatkan pertolongan yang lebih baik karena setiap profesional tentu memiliki pendekatan masing-masing untuk membantu kamu dalam proses pemulihan.

Apakah saya bisa mencari pengobatan alternatif?

Dukun atau paranormal

Gangguan kejiwaan tidak disebabkan oleh sebab-sebab paranormal, seperti kerasukan atau kendali makhluk halus. Oleh karena itu, kunjungan ke dukun atau paranormal tidak akan menyembuhkan gangguan jiwa.

Hipnoterapi

Efektivitas dan dampak dari pasien hipnoterapi masih diperdebatkan secara ilmiah dan masih membutuhkan penelitian yang lebih mendalam, baik menurut sudut pandang psikologi maupun psikiatri. Selain itu, beberapa hipnoterapis juga tidak memiliki latar belakang profesional di bidang psikologi atau psikiatri. Kami tidak merekomendasikan hipnoterapi untuk diagnosis dan penyembuhan gangguan jiwa.

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on pocket