Panduan Pemberitaan Bunuh Diri

Bunuh diri adalah masalah kesehatan jiwa. Paparan media massa dari media cetak maupun media elektronik tentang bunuh diri harus disajikan dengan kehati-hatian. Beberapa kematian karena bunuh diri mungkin punya nilai berita. Namun, cara media memberitakan bunuh diri dapat berpengaruh negatif, seperti menciptakan bunuh diri tiruan, atau dapat pula berpengaruh positif, seperti mendorong perilaku pencarian bantuan.

Bunuh diri tiruan (copycat suicide) atau penularan bunuh diri (suicide contagion) dapat terjadi ketika pemberitaan bunuh diri disajikan dengan cara yang mendorong tindakan bunuh diri yang lain.

Infografik: Kenali Dampak Negatif dari Berita Bunuh Diri yang Tidak Aman

Panduan untuk Wartawan

Dewan Pers telah menyusun Pedoman Pemberitaan terkait Tindak dan Upaya Bunuh Diri sebagai panduan bagi wartawan Indonesia dan organisasi pers dalam menjalankan kegiatan jurnalistik yang berkaitan dengan pemberitaan terkait tindak dan upaya bunuh diri, melalui Peraturan Dewan Pers Nomor 2/PERATURAN-DP/III/2019.

Pedoman Pemberitaan Bunuh Diri tersebut bisa diunduh di sini.

Beberapa informasi penting saat meliput berita bunuh diri:

Lebih dari 50 studi di seluruh dunia telah membuktikan bahwa pemberitaan bunuh diri dengan gaya tertentu dapat meningkatkan pemikiran bunuh diri dari individu yang berisiko. Tingkat kenaikan seringkali terkait dengan jumlah, durasi, atau seberapa heboh pemberitaannya.

Risiko bunuh diri lainnya juga meningkat saat berita tersebut menerangkan secara eksplisit metode bunuh diri, gambar atau judul berita yang dramatis/mengganggu, dan pemberitaan berulang kali yang melebih-lebihkan atau menglorifikasi kematian.

Memberitakan bunuh diri dengan bijak, sekalipun hanya sesaat, dapat mengubah persepsi dan membenarkan mitos publik yang selama ini salah, dan dapat mendorong mereka yang berisiko atau ingin bunuh diri agar mencari bantuan.

Disarankan

Menginformasikan kepada masyarakat tanpa melakukan sensasionalisasi bunuh diri.

Contoh: “IJ Meninggal pada Umur 47 Tahun”.

Tidak Disarankan

Tajuk berita yang besar dan sensasional atau penempatan yang menonjol.

Contoh: “Mengejutkan! Diduga Karena Putus Cinta, Manajer Artis Ditemukan Gantung Diri di Gedung Parkir”.

Nama dan alamat tempat tinggal, atau informasi lainnya yang berpotensi melanggar privasi orang yang melakukan bunuh diri, ataupun keluarga dan kerabatnya, tidak perlu diberikan.

Menyebutkan identitas lengkap dari orang yang melakukan bunuh diri, terutama nama dan alamat tempat tinggal.

Gunakan foto yang netral dan tidak mengganggu, seperti foto orang yang bunuh diri semasa hidup di sekolah/kuliah, tempat kerja, atau berlibur.

Mengekspos foto, suara, atau video dari lokasi, korban bunuh diri, atau yang menunjukkan metode kematian bunuh diri, keluarga atau kerabat yang berduka, atau proses pemakamannya.

Tidak menyiarkan secara langsung (maupun tidak langsung) terhadap orang yang sedang atau berniat melakukan aksi bunuh diri.

Melakukan siaran langsung terhadap orang yang berniat melakukan aksi bunuh diri.

Tampilkan data atau analisis perilaku bunuh diri dari sumber tepercaya, seperti WHO, Kemenkes, rumah sakit, atau tenaga profesional.

Gunakan istilah yang tidak sensasional seperti “peningkatan angka bunuh diri” atau “kenaikan angka bunuh diri”.

Menggambarkan kejadian bunuh diri yang terus bermunculan sebagai “mewabah”, “meroket tajam” atau istilah lainnya yang berlebihan.

Masukkan informasi mengenai “Tanda Peringatan Bunuh Diri” dan “Apa yang Harus Dilakukan” ke dalam artikel.

Kebanyakan, namun tidak semua, orang yang meninggal karena bunuh diri menunjukkan tanda peringatan bunuh diri.

Memaparkan bunuh diri seolah-olah terjadi “tanpa penjelasan” atau “tanpa peringatan sama sekali”.

Tambahkan kisah penuh harapan dan pemulihan dari kondisi hendak bunuh diri, informasi bagaimana mengatasi pemikiran bunuh diri dan meningkatkan kemampuan mengatasi stres.

Selalu tambahkan informasi mengenai pihak yang dapat dihubungi jika memiliki pemikiran bunuh diri.

Menggambarkan orang yang bunuh diri karena “putus asa” atau selalu menderita.

Laporkan bahwa “Sebuah surat bunuh diri ditemukan” tanpa menyebutkan apa isi pesan dari surat bunuh diri tersebut.

Membeberkan atau mengunggah isi dari surat/pesan bunuh diri.

Melaporkan pemberitaan bunuh diri sebagai masalah kesehatan masyarakat. Bunuh diri bukan merupakan tindakan kriminal.

Menyelidiki, melaporkan dan memperlakukan berita bunuh diri serupa berita kriminal.

Wawancara langsung ke ahli/profesional yang secara spesifik memiliki pengetahuan atau pengalaman khusus dalam kajian bunuh diri/ suicidologi.

Memiliki gelar profesional saja tidak selalu menjamin pengetahuan tentang bunuh dirinya selalu komprehensif atau tidak bias.

Mengutip atau mewawancarai saksi, keluarga atau orang terdekat (yang mengalami trauma), polisi, atau orang yang tidak relevan mengenai sebab tunggal bunuh diri.

Selalu sampaikan juga bahwa bunuh diri disebabkan oleh banyak faktor dari biologis, psikologis, dan sosial yang berinteraksi dengan kompleks dan dinamis.

Masalah bunuh diri terdiri banyak faktor yang berinteraksi dengan adanya kemungkinan gangguan jiwa yang tidak terdeteksi sebelumnya. Semua kondisi kejiwaan ini dapat diatasi dengan perawatan yang tepat.

Menyebutkan seseorang bunuh diri karena satu penyebab saja, seperti “masalah ekonomi” atau “putus cinta”.

Menguraikan perilaku bunuh diri sehingga memberi kesan “tragis” dan/atau “heroik“.

Menggunakan istilah seperti “meninggal karena bunuh diri”, “melakukan bunuh diri”, atau “mencoba bunuh diri”.

Menggunakan istilah yang subjektif, seperti “gagal” atau “berhasil bunuh diri”.

Tidak mengaitkan bunuh diri dengan hal-hal mistis, termasuk tidak mengaitkan lokasi bunuh diri sebagai “tempat yang angker“.

Mengutip atau mewawancarai saksi, keluarga atau orang terdekat (yang mengalami trauma), polisi, atau orang yang tidak relevan mengenai sebab tunggal bunuh diri.

Wawancara langsung ke ahli/profesional yang secara spesifik memiliki pengetahuan atau pengalaman khusus dalam kajian bunuh diri/ suicidologi.

Memiliki gelar profesional saja tidak selalu menjamin pengetahuan tentang bunuh dirinya selalu komprehensif atau tidak bias.

Mengaitkan bunuh diri dengan hal-hal gaib, takhayul, atau mistis.

Hindari Informasi yang Salah dan Tawarkan Harapan

Bunuh diri adalah hal yang kompleks. Terdapat banyak sebab, termasuk gangguan psikiatri, yang mungkin tidak diketahui atau terobati. Namun, gangguan ini dapat disembuhkan.

  • Mengaculah pada fakta dan data dari penelitian terkini tentang bunuh diri, tanpa menyebarkan mitos atau menambah stigma bunuh diri di masyarakat.
  • Hindari berspekulasi dan melaporkan kematian karena bunuh diri disebabkan oleh satu peristiwa tunggal, seperti kehilangan pekerjaan, perceraian/putus cinta, atau kegagalan. Melaporkan dengan cara seperti ini meninggalkan kesan bunuh diri disebabkan oleh hal sepele dan seringkali dipahami secara salah oleh publik.
  • Pertimbangkan untuk mengutip dari ahli atau orang yang berpengalaman dengan pencegahan bunuh diri seputar penyebab dan pengobatan. Hindari opini yang dikeluarkan dengan nada sensasional.
  • Gunakan cara tertentu untuk menginformasikan pembaca tentang penyebab bunuh diri, tanda-tanda peringatan, tren tingkat bunuh diri, dan solusi penanganan yang terkini (lihat di bawah).
  • Tambahkan kalimat tentang banyaknya pilihan penanganan yang tersedia, kisah dari mereka yang pernah menghadapi pemikiran bunuh diri, serta informasi bagi mereka yang mencari bantuan.
  • Tambahkan daftar kontak setempat yang terkini di mana pembaca dapat mencari pengobatan, informasi, atau saran yang mendukung pencarian bantuan.
Infografik: Panduan Singkat Berita Bunuh Diri yang Aman

Tips untuk Media Daring, Forum Diskusi, Penulis Blog, dan Jurnalis Warga

Penulis blog, jurnalis warga, dan komentator publik dapat membantu menurunkan risiko penularan bunuh diri dengan postingan atau tautan ke layanan pengobatan, informasi tanda peringatan, atau hotline bunuh diri.

Berita, foto/video, atau cerita di dunia maya berpotensi cepat menjadi viral, sehingga sangat penting bahwa pemberitaan bunuh diri di dunia maya harus mengikuti rekomendasi pemberitaan yang aman.

  • Tambahkan kisah penuh harapan dan pemulihan dari kondisi hendak bunuh diri, informasi bagaimana mengatasi pemikiran bunuh diri dan meningkatkan kemampuan mengatasi stres.
  • Situs jejaring sosial sering menjadi tempat untuk mengenang orang yang bunuh diri dan harus diawasi untuk mencegah komentar yang tidak sopan atau pernyataan orang lain yang memikirkan bunuh diri. Pengelola forum diskusi atau group chat dapat membuat panduan atau peraturan di forum diskusi yang mendukung kebijakan untuk menghapus postingan atau komentar yang tidak sensitif dan/atau tidak layak.
  • Pemberitaan bunuh diri yang dilakukan oleh tokoh publik atau selebritas seringkali memiliki efek bunuh diri tiruan yang lebih tinggi, dan dapat langsung berdampak kepada orang-orang yang rawan dengan pemikiran bunuh diri serta penggemar dari tokoh publik tersebut. Hindari menglorifikasi kematian, dan hindari berspekulasi seputar kematian tokoh tersebut.

Tips untuk Warganet

Sebagai bagian dari warganet, Anda juga bisa membantu untuk mencegah dampak negatif dari pemberitaan bunuh diri.

  • Hindari menyebarkan berita bunuh diri yang tidak aman. Apabila Anda merasa terpaksa, sebaiknya sertakan “Trigger Warning” atau “Peringatan: Berpotensi Memicu Bunuh Diri” saat Anda menyebarkannya.
  • Jangan sebarkan foto, suara, atau video dari lokasi kejadian orang yang bunuh diri, atau identitas pribadi mereka. Tegurlah orang tersebut jika kamu melihat seseorang menyebarkannya melalui media sosial atau aplikasi pengirim pesan instan (seperti WhatsApp atau LINE).
  • Selalu sertakan informasi yang benar mengenai bunuh diri, serta bagaimana cara untuk menangani pemikiran bunuh diri.
  • Hubungi redaksi media massa, jika Anda merasa bahwa mereka memberitakan bunuh diri secara tidak aman.

Informasi Singkat yang Dapat Membantu

Fakta tentang Bunuh Diri

  • Lebih dari 800.000 orang di seluruh dunia meninggal akibat bunuh diri setiap tahunnya (WHO, 2014).
  • Tingkat bunuh diri di Indonesia berada pada peringkat keenam di Asia.
  • 6,1% penduduk Indonesia berusia >15 tahun menderita depresi, namun hanya 9% penderita yang menjalani perawatan atau pengobatan medis (Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2018).
  • Ada indikasi, dari satu orang yang meninggal akibat bunuh diri, ada lebih dari 20 orang yang melakukan percobaan bunuh diri.

Tanda-tanda Peringatan Bunuh Diri

  • Berbicara keinginan untuk mengakhiri hidup
  • Mencari cara untuk bunuh diri
  • Berbicara tentang merasa putus asa atau tidak punya tujuan
  • Berbicara tentang merasa terjebak atau sakit yang tidak tertahankan
  • Berbicara tentang merasa menjadi beban bagi orang lain
  • Menjadi pemabuk atau menggunakan narkoba
  • Bersikap cemas, mudah marah, atau sembrono
  • Kurang tidur, atau terlalu banyak tidur
  • Menarik diri dan merasa terisolasi
  • Menunjukkan kemarahan atau berbicara tentang keinginan balas dendam
  • Menunjukkan perubahan mood yang drastis

Semakin banyak tanda-tanda yang terlihat pada seseorang, semakin besar risikonya. Tanda-tanda peringatan ini seringkali terkait dengan bunuh diri namun belum tentu menjadi penyebab bunuh diri.

Apa yang Harus Dilakukan

Jika seseorang yang kamu tahu menunjukkan tanda-tanda peringatan bunuh diri:

  • Jangan tinggalkan orang itu sendirian
  • Jauhkan dari senjata, alkohol, narkoba, atau benda berbahaya yang dapat digunakan untuk mencoba bunuh diri
  • Carilah bantuan dari psikolog/psikiater atau profesional kesehatan jiwa lainnya.

Disadur dari pedoman Dewan Pers No: 2/PERATURAN-DP/III/2019, situs reportingonsuicide.org, dan panduan WHO/MSD/MER/17.5, dengan penyesuaian.

Infografik: Cara Kamu Dapat Menghindari Dampak Negatif dari Berita Bunuh Diri