Kenali 8 Tanda Peringatan Bunuh Diri

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on pocket

Kebanyakan orang yang memiliki pemikiran atau merencanakan bunuh diri, menunjukkan tanda-tanda peringatan bunuh diri, melalui apa yang mereka katakan atau lakukan. Setiap orang dapat menunjukkan tanda peringatan yang berbeda-beda. Beberapa orang menunjukkan ciri-ciri yang sangat jelas, seperti langsung mengatakan “saya mau bunuh diri”. Namun, beberapa orang lainnya mungkin hanya menunjukkan serangkaian tanda peringatan yang tidak dapat dikenali langsung, sehingga lebih sulit untuk dapat dideteksi.

Adalah sebuah pemahaman yang salah jika seseorang yang bunuh diri tidak menunjukkan tanda-tandanya sama sekali atau sengaja menyembunyikan keinginan bunuh dirinya. Dengan mengenali tanda-tanda peringatan bunuh diri, kamu dapat menolong orang-orang yang kamu kasihi. Terlebih lagi, dengan mengenali lebih cepat, kamu dapat membantu dan mendukung proses pemulihan mereka. Sehingga, penting bagi kita untuk menjadi lebih peka terhadap keluarga, sahabat, pasangan, orang-orang yang kita kasihi, dan orang lain di sekitar kita, terutama apabila mereka mengalami sesuatu yang mendorong mereka untuk merencanakan bunuh diri.

1. Membicarakan keinginan bunuh diri

Perhatikan, jika seseorang berkata tentang:

  • Keinginan untuk bunuh diri atau mengakhiri hidup
  • Membicarakan kematian; ingin pergi jauh/selama-lamanya
  • Merasa tidak ada harapan; putus asa
  • Tidak ada alasan untuk hidup
  • Merasa menjadi beban bagi orang lain
  • Merasa terjebak
  • Merasa tidak kuat menahan sakit

2. Membenci dan menghujat diri sendiri

Perhatikan jika seseorang terus-menerus mengeluarkan perasaan negatif terhadap diri sendiri, seperti:

  • Malu
  • Merasa bersalah
  • Hancur, rusak, atau ternoda
  • Tidak berguna
  • Kesepian atau sendirian
  • Menjadi beban bagi orang lain

Orang-orang yang merasa memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah juga lebih rentan untuk memiliki pemikiran bunuh diri

3. Mencari cara mematikan untuk bunuh diri

Perhatikan jika seseorang tampak merencanakan untuk bunuh diri atau mencari cara yang mematikan untuk bunuh diri, seperti:

  • Mencari akses terhadap senjata tajam, senjata api, atau racun mematikan.
  • Mencari tempat tinggi yang dapat digunakan untuk percobaan bunuh diri.
  • Mencari cara bunuh diri yang paling cepat atau tidak menyakitkan, terutama di internet

4. Mengatur segala hal untuk ditinggalkan

Perhatikan jika seseorang:

  • Menulis surat pribadi yang mengandung pesan tersirat, atau langsung menulis surat bunuh diri atau surat wasiat.
  • Menjual atau memberikan benda-benda kesayangan, koleksian, atau yang berharga kepada orang lain.
  • Mengatur sendiri proses kematiannya, seperti memesan lahan makam atau membeli peti mati, dengan atau tanpa sepengetahuan orang-orang di sekitarnya.

5. Mengucapkan perpisahan

Perhatikan jika seseorang meninggalkan pesan perpisahan kepada orang-orang yang disayanginya, dengan memberikan kesan seolah-olah ia tidak akan bertemu lagi. Misalnya:

  • Mengatur untuk bertamu atau mengadakan pertemuan secara mendadak untuk mengucapkan perpisahan.
  • Menelepon pesan-pesan perpisahan kepada orang yang dianggap berharga.
  • Mengucapkan perpisahan di akun media sosial
  • Menghapus profil atau akun media sosial secara tiba-tiba
  • Menulis surat bunuh diri

6. Menarik diri dari orang lain

Perhatikan jika seseorang:

  • Menarik diri dari orang lain (perlahan-lahan atau tiba-tiba)
  • Tidak aktif secara mendadak dalam lingkaran pertemanan, organisasi, atau komunitas
  • Meningkatnya keinginan untuk menyendiri
  • Menolak atau menghindar untuk dihubungi
  • Berhenti atau kehilangan semangat dari hobinya

Perhatikan juga apabila perilaku ini terjadi saat orang tersebut baru saja mengalami kehilangan, peristiwa yang tragis atau perubahan drastis dalam kehidupan.

7. Perilaku merusak diri sendiri

Perhatikan jika seseorang:

  • Menggunakan narkoba atau menyalahgunakan zat adiktif lainnya
  • Menjadi peminum alkohol secara berlebihan atau pemabuk
  • Melukai diri sendiri (self-harm)
  • Sengaja melakukan tindakan berbahaya atau sembrono

8. Perubahan fisik dan mood yang drastis

Perhatikan jika seseorang memiliki gejala seperti:

  • Tidur terlalu banyak atau sedikit
  • Perubahan pola makan yang ekstrem; Menjadi sangat kurus atau sangat gemuk
  • Menjadi agresif; mudah marah
  • Merasa lelah atau letih terus-menerus
  • Menangis tiba-tiba
  • Depresi
  • Mudah cemas
  • Kehilangan semangat hidup
  • Mudah terluka perasaannya
  • Perasaan yang berubah drastis dalam waktu cepat (mood swing)
  • Perubahan penampilan yang mendadak/drastis

Selain 8 tanda peringatan di atas, perhatikan pula apabila ia pernah memiliki riwayat bunuh diri sebelumnya. Orang yang pernah mencoba bunuh diri umumnya berisiko lebih tinggi dan membutuhkan dukungan dari orang sekitarnya untuk menuju proses pemulihan yang maksimum.

Perhatikan pula jika orang yang kamu kasihi baru saja mengalami kehilangan (seseorang atau sesuatu), pengalaman yang menimbulkan trauma (korban kekerasan, bencana alam, atau konflik sosial), atau perubahan drastis dalam kehidupannya.

Infografik oleh Ibtihanny Farhanindya

Yang sering ditanyakan

Apa yang harus saya lakukan jika seseorang memiliki salah satu atau beberapa tanda-tanda di atas?

Jika orang terdekat kamu menunjukkan salah satu atau beberapa tanda-tanda peringatan di atas, jangan ragu untuk tanyakan dan tawarkan bantuan. Tunjukkan bahwa kamu khawatir dan peduli dengan kondisi mereka, dan ajaklah mereka untuk membicarakan dengan baik-baik.

Baca juga:

Bagaimana jika mereka mengatakan bahwa mereka tidak ingin bunuh diri?

Setiap orang memiliki batasan yang berbeda masing-masing dan tidak dapat dibanding-bandingkan. Akan tetapi, beberapa orang mungkin tidak mau mengaku bahwa mereka ingin bunuh diri, karena malu, stigma, atau tidak ingin merepotkan orang lain. Saran kami, tetaplah berikan dukungan kepada mereka dan percayalah dengan insting kamu. Tetap awasi perilakunya, dan ajaklah orang-orang di sekitarnya untuk turut mengawasi dan memberikan dukungan kepada mereka. Tanyakan kembali jika kamu menemukan tanda peringatan baru setelahnya.

Orang-orang yang memiliki tanda-tanda peringatan, namun mengaku belum menunjukkan keinginan bunuh diri, tetap perlu diperhatikan dengan serius karena masih berisiko untuk memikirkan bunuh diri ke depannya. Pastikan agar ia tetap mendapatkan support system yang baik dari orang-orang di lingkaran terdekat mereka.

Tidak hanya itu, jika kondisi mereka sehat, ajaklah mereka untuk mengenali apa yang memicu pikiran negatif, dan apa saja yang bisa mereka lakukan agar mereka dapat merasa lebih baik. Dengan demikian, kamu pun juga dapat menawarkan bantuan jika kamu tahu ia baru saja mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan.

Bagaimana jika saya menemukan orang yang ingin bunuh diri di internet?

Jika kamu bisa menjangkau mereka, jangan ragu untuk menghubungi mereka melalui balasan di status/cuitan mereka atau pesan pribadi. Tawarkan bantuan semampumu dan berikan tautan menuju informasi pertolongan pertama.

Carilah orang-orang yang mereka kenal dekat atau dapat menjangkau lebih dekat, dan ajak mereka untuk melakukan pendekatan dengan orang tersebut.

Cara lain yang dapat kamu lakukan adalah dengan fitur lapor di media sosial, terutama jika mereka menunjukkan bahwa mereka melukai diri sendiri atau menunjukkan alat/cara untuk bunuh diri. Kebanyakan media sosial akan memproses laporan dengan memberikan daftar kontak atau tautan yang mereka bisa akses sebagai pertolongan pertama.

Harap dicatat bahwa apapun bantuan atau upaya yang kamu kerahkan, kamu tidak dapat bertanggung jawab atas tindakan dan perilaku orang lain.

Bagaimana jika mereka menolak bantuan saya?

Hargailah keputusan mereka. Kamu bisa mengatakanTidak apa-apa, tetapi jika kamu suatu saat membutuhkan bantuan, kamu bisa menghubungi aku kembali atau siapa saja yang kamu percaya.

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on pocket