Benny Prawira Siauw

Permulaan (2012-2013)

Pada tahun 2012, Benny Prawira menemukan adanya kasus kecenderungan bunuh diri di sekitarnya, ditambah dengan maraknya pemberitaan bunuh diri khususnya pada orang muda dari portal berita daring.

Pada bulan Mei 2013, Benny Prawira bersama teman-temannya mencetuskan ide untuk mengadakan seminar terkait Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia 2013.

Seminar Pertama (2013)

Juni 2013 – Agustus 2013, dilakukan rekrutmen terbuka untuk kepanitiaan seminar Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia. Ketika seminar mulai dipublikasikan, terdapat beberapa penyintas percobaan bunuh diri yang menjangkau dan berbagi kisah mereka. Berangkat dari kisah-kisah ini, para anggota kepanitiaan menyadari bahwa kesadaran mengenai pencegahan bunuh diri masih belum cukup tersedia di masyarakat.

Di saat bersamaan, Benny Prawira diterima sebagai anggota Youth Advisory Board untuk National Center for The Prevention of Youth Suicide, divisi khusus American Association of Suicidology untuk pencegahan bunuh diri remaja.

2013 – Rekrutmen Seminar WSPD2013

World Suicide Prevention Day (7 September 2013)

Seminar pertama Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia 2013 diselenggarakan dengan kerjasama dari Sekolah Tinggi Teologi Jakarta. Setelah acara berakhir, panitia memutuskan untuk mendirikan komunitas Into The Light Indonesia agar dapat memberikan lebih banyak program yang akan meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri secara berkesinambungan ke masyarakat.

International Survivors of Suicide Day (23 November 2013)

Into The Light Indonesia juga menyelenggarakan peringatan Hari Penyintas Kehilangan Bunuh Diri Internasional yang pertama di Indonesia.

Kolaborasi Internasional Pertama (10-13 September 2014)

Into The Light Indonesia melakukan kolaborasi pertama dengan lembaga internasional. Pada World Suicide Prevention Day - 10 September 2014, video profil Into The Light Indonesia ditampilkan dalam acara yang diselenggarakan Grassroot Suicide Prevention United Kingdom, di Inggris.

Into The Light Indonesia juga mendapatkan materi program pencegahan bunuh diri remaja dari National Center for the Prevention of Youth Suicide (NCPYS) dari Amerika Serikat, sebagai apresiasi untuk keanggotaan di Youth Advisory Board. Dari kompilasi materi ini dan berbagai sumber lainnya, materi edukasi publik Into The Light Indonesia dikembangkan lebih jauh dan disesuaikan dengan konteks Indonesia.

Kerjasama dengan Kementerian Kesehatan (15 September 2014)

Into The Light Indonesia juga untuk pertama kalinya, mengisi sesi mengenai program komunitas untuk pencegahan bunuh diri remaja bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Sejak saat itu, Into The Light Indonesia aktif berpartisipasi dalam berbagai kerjasama edukasi publik, konseling publik hingga pengembangan alat ukur bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Webinar AFIRMASI (Agustus 2015)

Into The Light Indonesia memperingati Bulan Kesehatan Jiwa Minoritas untuk pertama kalinya di Indonesia, melalui webinar Aneka Forum Informasi Indonesia (AFIRMASI) melalui media sosial Facebook.

"Dawn of Lightbringers" dan "Rise and Shine" (2016)

Into The Light Indonesia ingin lebih serius berkomitmen untuk membentuk orang muda baru yang lebih peka dan tanggap terhadap isu pencegahan bunuh diri dan kesehatan jiwa, serta menciptakan sistem rekrutmen yang lebih berkesinambungan.

Maka, mulai 2016, Into The Light Indonesia mulai membentuk sistem rekrutmen terbuka yang lebih matang untuk sukarelawan baru, yang dimulai dari tahap seleksi, inisiasi Dawn of Lightbringers, dan pelatihan Rise and Shine.

29 Februari – 4 Maret 2016

Into The Light Indonesia mengikuti kursus “Leadership for Mental Health System Development in Indonesia” yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) serta Global and Cultural Mental Health Unit, Center for Mental Health, School of Population and Global Health, University of Melbourne, Australia.

Dari kursus ini, materi mengenai advokasi sistem kesehatan jiwa dan pengembangan program komunitas mulai diterapkan di Into The Light Indonesia.

"Dawn of Lightbringers" (2017)

2017

Di tahun 2017, Into The Light Indonesia menjadi lebih dikenal oleh masyarakat luas, saat Into The Light Indonesia menjadi narasumber atau pemberi materi dalam seminar dan kuliah umum mengenai pencegahan bunuh diri, serta diliput oleh media massa besar.

28 Juli 2017 - Diskusi Ruang Tengah “Tragedi Bunuh Diri” bersama "Tempo".
12 Agustus 2017 - Mengisi sesi untuk Orientasi Kehidupan Kampus Universitas Indonesia (OKK UI) 2017, yang bertajuk ”Pentingnya Kesadaran dan Kepedulian akan Kesehatan Mental”.
11 September 2017 - Diliput oleh harian Kompas dalam acara Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia 2017 yang bertajuk "Luangkan Satu Menit untuk Kehidupan".
17 September 2017 - Edukasi bersama dalam rangka Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia 2017 dengan PDSKJI Provinsi Banten.
19-20 September 2017 - Menjadi juri dalam kompetisi Social Psychological Intervention Design, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
4-5 Oktober 2017 - Menjadi pembicara dalam talk show “Stress dan Depresi” dan “Bullying & Cyberbullying” di Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari.
2-4 November 2017 - Berpartisipasi dalam pameran komunitas untuk perayaan ulang tahun ke-98 Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM).
9 November 2017 - Menjadi narasumber dalam diskusi film “Pekan Proyeksi Jiwa 2017” yang diselenggarakan oleh Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.
17 November 2017 - Menjadi salah satu pembicara dalam program Kick Andy di Metro TV.
12 Desember 2017 - Menjadi narasumber dalam “Disability in Indonesia Field School” yang diselenggarakan oleh Sydney Southeast Asia Center, University of Sydney, di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.
16 Desember 2017 - Menjadi narasumber untuk Indonesian Youth Conference 2017, yang bertajuk “Hapus Stigma dengan Keterbukaan”.

Into The Light di Australia (Maret 2018)

Pada 26 Februari – 7 Maret 2018, Into The Light Indonesia mengikuti program pelatihan “Transform Leadership Program for The Prevention of NCDs in Indonesia”, hasil kerjasama Australian Indonesian Centre - Health Cluster, University of Melbourne, dan The Royal Children’s Hospital, Melbourne.

Program ini memberikan lebih banyak perspektif mengenai kesehatan remaja dan pencegahan penyakit tidak menular pada remaja (termasuk kesehatan jiwa) yang digunakan untuk mengembangkan Into The Light Indonesia.

Pada 9 Maret 2018, Into The Light Indonesia juga menjadi narasumber dalam seminar “Eradicating Suicide Stigma in Indonesia” yang diselenggarakan oleh Sydney Southeast Asia Center di University of Sydney, Camperdown Campus, Australia.

"Dawn of Lightbringers" (2018)

...Sekarang

Hingga saat ini, Into The Light Indonesia telah berhasil menjangkau ribuan orang dalam upaya peningkatan kesadaran mengenai kesehatan kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri. Perjuangan ini tentunya masih panjang, mengingat masih banyak area di Indonesia yang belum kami jangkau dan semakin besarnya jumlah orang yang terdampak masalah kesehatan jiwa dan bunuh diri.

Kami berkomitmen untuk terus menjadi komunitas orang muda terdepan dalam melakukan kajian, advokasi dan edukasi ke masyarakat mengenai kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri pada remaja dan populasi khusus lainnya.