Pelatihan Pencegahan Bunuh Diri: Mengulurkan Tangan, Menyelamatkan Jiwa

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on pocket

Sekolah Tinggi Teologi Jakarta bekerjasama dengan Into the Light Indonesia akan mengadakan seminar dan program pelatihan intensif bertemakan “Pelatihan Pencegahan Bunuh Diri: Mengulurkan Tangan, Menyelamatkan Jiwa

Tanggal: 4 – 6 September 2015
Lokasi: Sekolah Tinggi Teologi Jakarta

Konten Pelatihan:
– Pengantar Suicidologi
– Program Pencegahan Bunuh Diri
– Intervensi Krisis Bunuh Diri
– Perspektif Agama dalam Mencegah Orang yang Hendak Bunuh Diri

Narasumber:
– Wiranata Adisasmita, MSi
(Ketua Pusat Pengkajian dan Pencegahan Bunuh Diri Kunang-Kunang Al Qodir)
– Rr. Rahajeng Ikawahyu Indrawati, M.Si. Psikolog.
(Jangan Bunuh Diri)
– Pemuka agama Islam, Kristen, dan Buddha

Daftarkan diri kamu paling lambat 28 Agustus 2015 melalui http://goo.gl/forms/RSL4Vtyzvn

Biaya Pendaftaran: Rp 200.000,-
(Untuk perwakilan komunitas/organisasi isu sosial dan pribadi yang memiliki kesulitan finansial dapat menghubungi kami untuk mendapatkan potongan 50%)

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Vanya (081212600464)

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on pocket
Benny Prawira Siauw

Benny Prawira Siauw

Benny adalah seorang suicidolog dan penggiat kesehatan jiwa remaja dan populasi khusus lainnya. Sebagai Youth Mental Health and Suicide Prevention Advocate, Benny adalah Penggagas sekaligus Kepala Koordinator Into The Light Indonesia sejak 2013. Ia saat ini sedang menempuh pendidikan Magister Psikologi Sosial Kesehatan di Unika Atma Jaya (bukan seorang psikolog klinis untuk diagnosis dan terapi). Ia bercita-cita menjadi peneliti lapangan terkait aspek perilaku, struktur sosial dan budaya dalam kesehatan jiwa, terutama dalam pembahasan stigma dan faktor risiko bunuh diri. Baginya, kesehatan jiwa tidak dapat dipisahkan dari kesehatan fisik sebagaimana faktor personal individu tidak dapat dipisahkan dari faktor sosial makro. Di sela waktu senggangnya, ia suka berolahraga, tidur dan mengasah rasa dalam rangkaian kata.