Rekomendasi Pelaporan Berita Bunuh Diri

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on twitter
Share on facebook
Share on email
Share on pocket

Hingga saat ini, masih banyak awak jurnalistik maupun masyarakat umum yang belum memahami bagaimana cara melaporkan berita bunuh diri yang benar, serta bagaimana cara menyebarkan informasinya dengan efektif. Padahal, aspek keamanan dari pemberitaan bunuh diri menjadi sangat penting mengingat potensi viral dari media sosial dan media online.

Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang umum ditemukan, serta bagaimana caranya kita sebaiknya menanggapi informasi tersebut.

TIDAK DIREKOMENDASIKAN DIREKOMENDASIKAN
Tajuk berita yang besar dan sensasional atau penempatan yang menonjol, seperti “Manajer Artis Ditemukan Gantung Diri”. Menginformasikan kepada masyarakat tanpa melakukan sensasionalisasi ataupun menonjolkan perilaku bunuh diri, seperti “IJ Meninggal pada Umur 47 tahun”.
Menyebutkan identitas lengkap dari orang yang melakukan bunuh diri, terutama nama dan alamat tempat tinggal. Nama dan alamat tempat tinggal, atau informasi lainnya yang berpotensi melanggar privasi orang yang melakukan bunuh diri, ataupun keluarga dan kerabatnya, tidak perlu diberikan.
Memasukan foto/video dari lokasi atau metode kematian bunuh diri, keluarga atau kerabat yang berduka, atau proses pemakamannya. Gunakan foto yang lebih netral, seperti foto orang yang bunuh diri semasa hidup di sekolah/tempat kerja, serta masukkan informasi pihak yang dapat dihubungi jika memiliki pemikiran bunuh diri.
Menggambarkan kejadian bunuh diri yang terus bermunculan sebagai “wabah”,”meroket tajam” atau istilah lainnya yang sangat menonjol dan kuat. Menampilkan data dari perilaku bunuh diri melalui sumber terpercaya (WHO, rumah sakit, atau tenaga professional) dan gunakan istilah yang tidak sensasional seperti “peningkatan angka bunuh diri” atau “kenaikan angka bunuh diri”.
Memaparkan bunuh diri seolah-olah terjadi “tanpa peringatan” sama sekali. Kebanyakan, namun tidak semua, orang yang meninggal karena bunuh diri menunjukkan tanda peringatan bunuh diri. Sebisa mungkin, masukkan informasi mengenai “Tanda Peringatan Bunuh Diri” dan “Apa yang Harus Dilakukan” di dalam artikel.

Gunakan kisah penuh harapan dan pemulihan dari kondisi hendak bunuh diri, informasi bagaimana atasi pemikiran bunuh diri dan meningkatkan kemampuan atasi stres.

Menjabarkan isi dari surat/pesan bunuh diri. Laporkan bahwa “Sebuah surat bunuh diri ditemukan” tanpa menyebutkan apa isi pesan dari surat bunuh diri tersebut.
Menyelidiki, melaporkan dan memperlakukan berita bunuh diri serupa berita kriminal. Melaporkan pemberitaan bunuh diri sebagai masalah kesehatan masyarakat. Bunuh diri bukan merupakan tindakan kriminal.
Mengutip atau mewawancarai saksi atau polisi mengenai sebab tunggal bunuh diri Wawancara langsung ke ahli/professional yang secara spesifik memiliki pengetahuan atau pengalaman khusus dalam kajian bunuh diri/ suicidologi. Memiliki gelar profesional saja tidak selalu menjamin pengetahuan tentang bunuh dirinya selalu komprehensif.

Selalu sampaikan juga bahwa bunuh diri disebabkan oleh banyak faktor dari biologis, psikologis, dan sosial yang berinteraksi dengan kompleks dan dinamis.

Masalah bunuh diri juga terdiri banyak faktor yang berinteraksi dengan adanya kemungkinan gangguan jiwa yang tidak terdeteksi sebelumnya. Semua kondisi kejiwaan ini dapat diatasi dengan perawatan yang tepat.

Menggunakan istilah yang subjektif, seperti “gagal bunuh diri” atau “berhasil bunuh diri”. Menggunakan istilah yang lebih netral dan objektif, seperti “meninggal bunuh diri” atau “mencoba bunuh diri”.

Disadur dari reportingonsuicide.org

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on twitter
Share on facebook
Share on email
Share on pocket
Kevin Sucianto

Kevin Sucianto

Sebagai "Social Media Auditor", Kevin mulai berkontribusi di Into The Light Indonesia sejak 2013, lalu kabur sebelum kembali lagi pada 2018. Kevin adalah lulusan mahasiswa akuntansi yang saat ini tobat berprofesi di bidang marketing communication, penulis konten, dan pengelola media sosial. Di saat waktu luang, senang bermain Cookie Run: OvenBreak, mengisi teka-teki silang, menjadi barista abal-abal, atau berburu restoran paling enak di Jakarta.