Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on pocket

Siapa lagi yang perlu kupinta maaf sekerasnya,
selain kepada diriku sendiri
Berkali-kali kutinggal di sudut jalan,
dimakan harapan,
namun masih menungguku pulang

Siapa lagi yang dapat menyeka kekecewaan,
sebaik diriku sendiri
Segelintir yang lewat kuberi banyak rasa,
sementara aku sendiri kelaparan

Siapa lagi yang bisa menemani,
sebaik diriku sendiri
Sesal karena tak pernah mengundangnya minum teh,
namun ia selalu hadir dalam setiap sesap

Siapa lagi yang lebih ingin kuberi peluk erat,
selain diriku sendiri
Sebab banyak bahagia yang tak pernah kubagi
Sebab ia sendiri memanggul kesedihan
Sebab aku pernah ingin tiada,
namun ia berbisik,
“Suatu saat kita akan ada dan sama sekali bukan bencana”

Dan karena berbagai sebab kita bersama,
berpegangan,
berbagi peran,
serta berjanji tidak saling meninggalkan

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on pocket
A. Anindita

A. Anindita

Perempuan dua puluhan. Menyuarakan isu tentang perempuan dan kesehatan jiwa dalam tulisan. Serius jika diperlukan, selebihnya sibuk mencari bahan candaan. Bila tidak sedang puasa social media, dapat ditemui di Instagramnya @o.ininindi.