Perayaan Kehilangan

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on pocket

• Ini semua berasal dari hal yang kecil.

Aku tidak mengerjakan pr.
Aku melewatkan makan siang dan malam.
Aku menangis tanpa alasan yang jelas.
Aku mendapat banyak masalah karena perubahan gelombang emosi.
Aku merasa lelah untuk berkomunikasi.
Aku menyadari tawa ku belakangan ini begitu palsu.
Aku… bahkan bingung dengan diriku sendiri.

Di satu sisi, aku khawatir akan sesuatu yang bahkan tak kuketahui.
Di sisi lainnya, aku terasa sudah menghilang. Mati, begitu kira katanya, untuk jiwaku.

• Aku tahu. Aku sadar akan semuanya. Dan… yang paling memalukan adalah,

Aku mencoba menghibur diriku.
Aku berusaha menikmati makan siang dan malam ku.
Aku menerima ajakan mereka untuk bersenang-senang.
Aku tahu kenapa aku melakukan semua ini. Karena aku bertanggung jawab akan diriku.

Tapi, aku benar-benar kesepian.
Jauh didalam diriku, aku membutuhkan seseorang.
Padahal, aku dikelilingi banyak orang, tapi rasanya seperti terjebak dalam kereta yang tak memiliki
ujung.

• Tapi akhirnya?

Aku terjaga sepanjang malam untuk suatu waktu.
Dan aku tertidur sepanjang malam untuk hari berikutnya.
Aku… bahkan dipermainkan oleh pengantar tidur.
Dan ketika terbangun, aku menyadari,

Sebagian besar dalam diriku, berharap aku tidak terbangun, di pagi itu.
Bodohnya, diriku mencoba mempertahankan ‘sebagian kecil’ tersebut.

• Yah…

Bodoh memang, aku mencoba menyelamatkan diri ku sendiri.

Untuk apa?

Aku sering bertanya di sela pikiran ku —ketika guru berbicara, ketika mengerjakan tugas, atau
bahkan ketika di dalam wc.

Hah, sebenarnya apa yang sedang ku lakukan?

Aku
.
.
.
Sebegitu menyedihkannya kah?

Aku lelah, aku tertekan, aku cemas akan segala hal —bahkan untuk apa yang belum terjadi.

Maaf, tapi salahkah, untuk mengakhiri cerita ini sesuai apa yang kuinginkan?

Padahal, aku tahu, diluar sana, ada orang yang lebih lemah dari ku.

Ada orang yang lebih menderita dari diriku.

Tapi… mereka menjalankan hidup dengan baik.

atau

Mungkin saja memang tak ada orang yang lebih buruk dan lemah dari ku.



Lonceng hitung mundur berbunyi.
Hari berganti.
Dan aku masih disini,
Dengan ketakutan yang sama.

Tapi kuatku,
Mengatakan bahwa aku belum kalah.

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on pocket
Desi Natalia

Desi Natalia

Adalah bodoh yang suka membaca. Dan melamun telah menjadi bagian dari hidupnya. Lahir tahun 2002, Desember. Di bawah naungan Sagitarius, gadis ini bukanlah seorang optimis. Mudah tertekan, pesimis, pemalu adalah apa yang orang katakan tentang dirinya. Sifat perfeksionisnya kadang suka mengacaukan semua hal. Dan itu adalah beban sesungguhnya bagi gadis ini. Instagram: @dntya.