Panduan Singkat Mengenali Berita Bunuh Diri yang Aman

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pocket

Dalam seri berikutnya dari infografik pemberitaan bunuh diri kali ini, kami akan memberikan pedoman singkat untuk mengenali ciri-ciri berita bunuh diri yang aman, sesuai dengan “Pedoman Pemberitaan terkait Tindak dan Upaya Bunuh Diri” yang disusun oleh Dewan Pers.

Cek juga infografik yang lain, di mana kami akan mengajak bagaimana kamu dapat berpartisipasi untuk menangkal pemberitaan yang tidak aman, dan apa dampak negatif dari pemberitaan yang tidak aman. Stay tuned ya!


Lakukan:

  • Gambarkan bunuh diri sebagai isu kesehatan masyarakat.
  • Sertakan kalimat yang memberikan harapan dan pemulihan dari kondisi hendak bunuh diri.
  • Sertakan informasi yang tepat, seperti data/fakta seputar bunuh diri, tanda-tanda peringatan bunuh diri, atau cara menghadapi orang yang ingin bunuh diri.
  • Tambahkan informasi kontak yang bisa dihubungi apabila pembaca mengalami pemikiran bunuh diri.

Jangan:

  • Mengemas berita secara sensasional.
  • Menduga bunuh diri dilakukan karena penyebab tunggal.
  • Membeberkan informasi pribadi orang yang bunuh diri.
  • Mengambil materi dari media sosial sebagai “sumber” berita bunuh diri.
  • Menyertakan foto, suara, atau video yang menunjukkan cara/adegan bunuh diri.
  • Mewawancarai saksi atau kerabat yang ditinggalkan, atau orang yang tidak relevan sama sekali.
  • Mengaitkan dengan hal-hal gaib atau mistis.