Into The Light Indonesia Mengumumkan “#ReFest”, Festival untuk Meningkatkan Kesadaran Pencegahan Bunuh Diri dan Kesehatan Jiwa

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pocket

UNTUK DISIARKAN SEGERA

JAKARTA, 1 September 2019 – Dalam rangka memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia (World Suicide Prevention Day) yang jatuh pada 10 September 2019, Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (World Mental Health Day) yang jatuh pada 10 Oktober 2019, dan Hari Penyintas Kehilangan Bunuh Diri Internasional (International Survivor of Suicide Loss Day) yang jatuh pada 23 November 2019, Into The Light Indonesia sebagai komunitas orang muda yang bergerak dalam pencegahan bunuh diri dan kesehatan jiwa berbasis bukti ilmiah dan hak asasi manusia meluncurkan sebuah festival rangkaian acara publik dan penggalangan dana untuk peningkatan kesadaran pencegahan bunuh diri dan kesehatan jiwa yang dinamakan #ReFest (dibaca: ri-fés). Rangkaian festival #ReFest by Into The Light Indonesia akan dilaksanakan dalam rentang tiga bulan, mulai dari September hingga November 2019.

Festival #ReFest akan diisi dengan berbagai macam aktivitas yang bersifat menghibur, ramah orang muda, sekaligus edukatif dan inklusif, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai pencegahan bunuh diri dan kesehatan jiwa, khususnya bagi kalangan orang muda dan kelompok populasi khusus.

Sesuai dengan tema World Suicide Prevention Day dan World Mental Health Day yang berfokus pada kerjasama lintas sektor untuk pencegahan bunuh diri, rangkaian kegiatan #ReFest sepanjang bulan September dan Oktober akan mengangkat berbagai macam topik yang relevan dengan isu pencegahan bunuh diri dan kesehatan jiwa di Indonesia.

“Kami ingin merancang festival ini agar mampu mencakup beragam individu dan kelompok orang muda, baik yang memiliki risiko bunuh diri maupun maupun mereka yang tidak, namun memiliki antusiasme untuk menciptakan sinergi dan kerjasama dari berbagai pihak untuk menciptakan Indonesia yang sehat jiwa, sesuai dengan cita-cita pembangunan berkelanjutan Republik Indonesia,” pungkas Benny Prawira selaku kepala koordinator Into The Light Indonesia.

Selain itu, untuk memperingati International Survivor of Suicide Loss Day di bulan November, rangkaian kegiatan #ReFest akan berfokus untuk para penyintas kehilangan bunuh diri, yaitu orang-orang yang merasa kehilangan orang yang mereka kasihi karena bunuh diri.

“Peringatan Hari Penyintas Kehilangan Bunuh Diri Internasional telah menjadi program rutin yang kami peringati setiap tahunnya sejak komunitas ini terbentuk pada 2013 silam. Kami sadar betul, orang-orang yang mengalami kehilangan mendalam akibat kematian bunuh diri ini justru seringkali masih mendapatkan stigma dari masyarakat dan orang-orang terdekat, serta tidak mendapat ruang yang aman dan nyaman bagi mereka untuk mengungkapkan duka yang mereka alami. Kami terus berkomitmen untuk memberikan ruang diskusi dan ekspresi kepada penyintas kehilangan bunuh diri, sekaligus memperjuangkan dan memberi dukungan untuk melawan stigma yang ada di masyarakat,” lanjut Benny Prawira.

Beragam rangkaian kegiatan yang akan menjadi bagian dari festival #ReFest by Into The Light Indonesia, termasuk namun tidak terbatas diantaranya:

  1. #ReJuvenate: “Mindful Living In A Fast-Changing World” – Lokakarya tentang mindfulness (15 September 2019)
  2. #ReConnect – Lokakarya dasar-dasar Bahasa Isyarat Indonesia (21 September 2019)
  3. #RePlay – Bermain board game bersama (28 September, 26 Oktober, 30 November 2019)
  4. #ReCover Talkshow: “It’s Time To Help Yourself”Talkshow untuk mendorong help-seeking behavior (6 Oktober 2019)
  5. #ReLieve: “Self-Love: The Art of Taking Care of Yourself” – Lokakarya perihal mencintai diri sendiri (self-love) (12 Oktober 2019)
  6. #ReAct – Lokakarya kemampuan bela diri dasar untuk perempuan (2 November 2019)
  7. #ReIgniteTalkshow tentang healthy relationship pada hubungan romantis (16 November 2019)

Tidak hanya itu, untuk mendukung pelaksanaan #ReFest, Into The Light Indonesia juga meluncurkan tagar (hashtag) #kerjasamademijiwa di media sosial. Tagar ini adalah bagian dari kampanye daring yang dibuat sesuai dengan tema Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia tahun ini, untuk mengajak masyarakat aktif berpartisipasi dan bekerja bersama untuk mencegah bunuh diri. “Bunuh diri bukan hanya isu segelintir orang, namun juga isu kesehatan masyarakat, isu kita bersama,” tegas Yasmine Larasati, selaku kepala Divisi Media Into The Light Indonesia.

“Kami berharap adanya partisipasi masyarakat luas dalam #ReFest. Kami ingin pengguna di media sosial dapat terus berperan aktif, tidak hanya sekadar melontarkan dukungan melalui tagar #kerjasamademijiwa. Kami ingin kampanye daring ini berkembang menjadi kesadaran bersama masyarakat Indonesia, khususnya warganet, tentang pentingnya kolaborasi dalam pencegahan bunuh diri dan kesehatan jiwa,” sambung Yasmine Larasati.

Seluruh penghasilan dari #ReFest akan digunakan sebagai sumber dana untuk pelaksanaan riset dan program kerja Into The Light Indonesia ke depannya.

Tentang Into The Light Indonesia

Into The Light Indonesia adalah komunitas orang muda untuk advokasi, kajian, dan edukasi pencegahan bunuh diri dan kesehatan jiwa remaja dan populasi khusus lainnya yang berbasis bukti ilmiah dan hak asasi manusia. Motto Into The Light Indonesia adalah “Hapus Stigma, Peduli Sesama, Sayangi Jiwa“.

Sejak tahun 2013, Into The Light Indonesia telah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk melaksanakan banyak program yang menyentuh ribuan peserta di seluruh Indonesia, terutama di area Jabodetabek. Program yang Into The Light Indonesia lakukan diantaranya pelatihan, lokakarya, seminar, atau bincang-bincang, serta ragam kampanye multisektor.

Into The Light Indonesia bukan pusat krisis bunuh diri dan tidak membuka layanan konseling profesional.

Narahubung      : Kevin Sucianto
Nomor Ponsel   : 08979350789
E-Mail               : contact@intothelightid.org
Website            : www.intothelightid.org