Untuk segera disebarluaskan
Kepada rekan-rekan sekalian,
Menanggapi pemberitaan kematian aktor Jepang, Haruma Miura, kami dari Into The Light Indonesia mendorong pihak-pihak yang terkait, terutama penggemar Haruma Miura, warganet, dan khususnya rekan-rekan jurnalis untuk selalu memperhatikan risiko meningkatnya pemikiran bunuh diri yang muncul setelah pemberitaan bunuh diri yang tidak sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Bunuh Diri yang diatur oleh Dewan Pers Republik Indonesia.
Kami mendorong:
Kepada para penggemar, penonton dan pendengar setia karya-karya Haruma Miura, dan komunitas penggemar budaya pop Jepang yang terguncang dengan kabar kematian, agar tetap bersatu sebagai bagian dari komunitas dan saling memperhatikan kondisi satu sama lain.
Kematian selebritis terkait bunuh diri dapat mengguncang secara psikologis dan mempengaruhi kesehatan mental seseorang, terutama dalam kondisi krisis pandemi COVID-19. Selain itu, tersebarnya metode bunuh diri berpotensi untuk ditiru bagi penggemar yang merasa terikat secara emosional dan sudah memiliki kecenderungan depresif dan bunuh diri.
Jika Anda memiliki pemikiran bunuh diri, jangan ragu untuk segera hubungi psikolog dan psikiater terdekat. Kami menyediakan laman www.intothelightid.org/cari sebagai laman yang didedikasikan untuk mencari layanan kesehatan mental terdekat. Laman pertolongan pertama bagi orang dengan pemikiran bunuh diri juga dapat dibaca di www.intothelightid.org/tolong.
Kepada masyarakat luas, terutama warganet, untuk menghindari perilaku menstigma, merundung (bullying), menghakimi atau menilai negatif kematian bunuh diri dari idola mereka.
Penilaian negatif yang diutarakan mengenai kematian bunuh diri dapat berpotensi untuk menghambat orang-orang yang memiliki depresi dan pemikiran/keinginan bunuh diri di sekitar Anda untuk mencari dan mendapatkan akses bantuan, terlepas apakah mereka bagian dari penggemar Haruma Miura atau bukan.
Ada baiknya untuk kita terus bersama saling memperhatikan kondisi satu sama lain, belajar berempati dan mendengarkan dalam kondisi ini.
Jika Anda memperhatikan adanya tanda-tanda peringatan bunuh diri, seperti menjadi murung, menarik diri, membicarakan kematian, serta perasaan tidak ada harapan yang muncul setelah pemberitaan bunuh diri Haruma Miura, kami merekomendasikan Anda untuk menanyakan kondisi kesehatan mentalnya. Jika Anda merasa kondisinya serius, jangan ragu untuk segera menghubungi profesional kesehatan jiwa, seperti psikolog/psikiater terdekat.
Kepada media massa, kami sangat mengapresiasi atas pemberitaan yang sudah dilakukan oleh media. Kami memperhatikan banyak media massa yang telah mengikuti pedoman pemberitaan bunuh diri yang sesuai dengan Peraturan Dewan Pers.
Namun, kami memperhatikan bahwa sebagian besar pemberitaan yang ditulis di beragam media massa terbesar dan beredar di masyarakat masih banyak yang menyebutkan metode bunuh diri. Hal ini memprihatinkan karena penyebutan metode bunuh diri justru berpotensi menimbulkan bunuh diri tiruan (copycat suicide).
Rekan-rekan media massa dapat membaca kembali atau mengunduh pedoman pemberitaan bunuh diri melalui situs kami, www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/panduan-peliputan-bunuh-diri.
Prediksi WHO yang menyebutkan depresi sebagai faktor risiko utama bunuh diri menjadi penyakit dengan beban tertinggi kedua secara global di tahun 2020, ditambah dengan meningkatnya masalah kesehatan jiwa seperti depresi dan gangguan cemas yang dikaitkan dengan pandemi COVID-19, menunjukkan pentingnya bagi kita untuk bersama-sama mencegah bunuh diri, serta saling menjaga kesehatan mental satu sama lain.
Kami berharap kontribusi dan partisipasi bersama kita semua untuk mencegah bunuh diri, terutama dalam masa pandemi seperti ini, karena setiap nyawa sungguh berharga.
Terima kasih.