Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on pocket

Kenangan dini hari
hilang tanpa permisi
Di antara memori-memori,
teringat secuil gembira terselip antara sedih

Namun, sejuknya lenyap kini
Jelang senja tak temukan jejak pagi

Lalu, kepada siapa keluh-kesah akan diperdengarkan?
Tak kukenal bibir yang menenangkan
Tak kukenal hati yang berbelaskasihan

Semakin rapuh
Semakin didorong, jatuh
Terpaksa berdiri di atas kaki yang letih
Ciptakan keabadianku sendiri

Haruskah aku lahir kembali?
Berharap realisasi,
keajaiban inkarnasi terjadi sekali lagi
menghantarku pada dunia tanpa pedih

Namun kuputuskan mencoba sekali lagi
Memberi kesempatan pada peruntunganku sendiri
Lalu kutuangkan rasaku dalam puisi
juga dalam lirik yang lirih-lirih
dan tarian-tarian penghalau sepi

Sampai kusadari aku tidak sendiri
Aku melihat aku yang lain, sana dan di sini
“Semoga kali ini….”, rapalku dalam hati.

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on pocket
Tiffany Chandra

Tiffany Chandra

Tiffany Chandra, lebih senang dikenal dengan nama Archangela Tiffany, adalah seorang dara kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat. Saat ini, Tiffany tengah berjuang untuk menjadi seorang Psikolog dengan menempuh Magister Profesi Psikologi Pendidikan di Universitas Indonesia. Meskipun kecintaannya pada anak berkebutuhan khusus yang mengantarnya sejauh ini di dunia jiwa dan perilaku manusia, ia juga memiliki keprihatinan terhadap kesehatan jiwa orang-orang muda serta bagaimana masyarakat memberikan stigma-stigma terkait berbagai peristiwa bunuh diri. Di sela-sela kesibukannya sebagai mahasiswa, Tiffany juga menulis puisi dan menjadi relawan ataupun freelancer di berbagai kegiatan sosial dan pendidikan. Instagram: @archangela.tiffany.