
Perlawanan Pemulihan
Waktu yang sama Dengan memori penuh luka Yang tak kunjung usai Kita terus dirundung bahaya Ketidakamanan terus menghantui Namun tak dapat kita terus amini Dalam kasih, kita bersusah payah kembalikan

Waktu yang sama Dengan memori penuh luka Yang tak kunjung usai Kita terus dirundung bahaya Ketidakamanan terus menghantui Namun tak dapat kita terus amini Dalam kasih, kita bersusah payah kembalikan

I still remember Your face Your voice Your words Your touch And all the hellish pain you have caused They are recalled and resonated Against my will

PERHATIAN Artikel ini mengandung konten mengenai bunuh diri. Kami tidak menyarankan Anda untuk membaca jika Anda memiliki kecenderungan depresi atau memiliki keinginan bunuh diri. Silakan hubungi psikolog/psikiater terdekat di kota

Memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia yang jatuh pada 10 September setiap tahunnya, Into The Light Indonesia mengadakan dua kegiatan yang bisa Anda ikuti secara gratis dan terbuka untuk umum.

Banyak dari kita yang tentu pernah mengalami hal seperti ini. Terkadang, rekan kita dapat menghubungi kamu secara mendadak dan kapan saja. Mengingat rekan kita yang sedang menghadapi masalah, tentu kita

Sekolah Tinggi Teologi Jakarta bekerjasama dengan Into the Light Indonesia akan mengadakan seminar dan program pelatihan intensif bertemakan “Pelatihan Pencegahan Bunuh Diri: Mengulurkan Tangan, Menyelamatkan Jiwa“ Tanggal: 4 – 6 September

Memperingati Bulan Kesehatan Jiwa Minoritas, Into The Light Indonesia akan mengadakan WEBINAR “AFIRMASI” (Aneka Forum Informasi Minoritas Indonesia). Webinar AFIRMASI adalah sebuah rangkaian webinar di Facebook page Into The Light, di mana narasumber yang menggeluti

“Ih, ngapain coba bunuh diri?” “Kayak orang nggak punya otak yah, masa putus asa sih hadapin masalah!” “Orang bunuh diri itu nggak ingat sama Tuhan!” “Bunuh diri itu bener-bener perbuatan
Into The Light Indonesia (Yayasan Insan Teman Langit) adalah komunitas orang muda untuk advokasi, kajian, dan edukasi pencegahan bunuh diri dan kesehatan jiwa yang berbasis bukti ilmiah dan hak asasi manusia.
Sejak 2013